Skip to main content

A-Week Living in Gresik: Day 7

Kota yang dikenal dengan sebutan Kota Santri ini memiliki banyak kisah tersendiri.

1 minggu telah berlalu, waktu yang cukup lama 'tuk singgah diam di tempat ini. Banyak hal yang dapat dipelajari dan membuka wawasan di tempat ini. Mulai dari perbandingan kehidupan di kota dan desa, termasuk lingkungan kekeluargaan, kesehatan, gaya hidup, dan pekerjaan wong gresik.

Kota kecil yang tidak padat penduduk seperti kota-kota besar di Indonesia (Surabaya/Jabodetabek) namun padat waktu kerja. Terdapat banyak lahan pabrik di kota ini dan kurangnya hijau-hijau disini, berbeda dengan Surabaya yang kian telah rindang. Kota ini bisa dikatakan agak gersang layaknya P. Madura.

Kuliner dan ciri khas makanan disini agak kurang sehat. Pertama, setiap masakan banyak menggunakan minyak. Kedua, cita rasa makanan disini kurang jelas, maksudnya... dominan manis? tidak. dominan asin? juga tidak. Sedikit sulit menemukan makanan yang enak dan sesuai lidah wong suroboyo yg super picky sama makanan.

Akomodasi tempat tinggal seperti kost, homestay, atau hotel dapat dibilang biaya sewa yang cukup mahal dan tinggi untuk kota kecil (masih lebih murah surabaya). Khususnya untuk kost atau homestay disarankan untuk kalian survey dan lihat langsung ke TKP, interaksi dg tanya2 byk hal lgs ke pemilik/pengurus kost. 
HATI-HATI! biaya sewa kost atau homestay ditambah bila listrik menggunakan token listrik. Biaya sewa kost termurah, direkomendasikan Rp 500rb,-/org/bln (all-in, kecuali listrik krn token pln) dan biaya kost reasonable di rekomendasikan Rp 2.500jt/bln (termasuk wifi, listrik, air, carpark available). Kost yang menggunakan token listrik, wajib, untuk dtanyakan berikut sebelum menempati tempat tinggal (kost/homestay) tersebut : Berapa biaya/tariff rupiah listrik per kWh di tempat tersebut?

Akomodasi kendaraan online di Gresik, rata-rata sekitar IDR 20.000 per satu kali jalan.
Tariff e-toll Surabaya-Gresik +/- IDR 20.000 (sekali jalan).

electronic pays lainnya yang ada dan dapat digunakan di kota ini: Gopay dan OVO.
Paling sering dan paling banyak digunakan warga wong gresik ya GOJEK. dibandingkan OVO/Dana/Link Aja/dsb.

Postingan berikutnya akan diberikan review tentang akomodasi tempat tinggal berupa kost kelas ekonomi di area gresik ini. Akan diberikan 2 reviews dan tips tentang 2 kost/homestay dg kriteria yg disebutkan seperti diatas termasuk cerita upandowns selama cari dan menetap di kost2 tersebut. 

See ya... on the next post ^^

Comments

Popular posts from this blog

The Most Cheapest Homestay in GKB (Kost Termurah di Gresik Kota Baru)

Hai semuanya! Jumpa lagi dalam artikel kedua ini. Aku ingin berbagi informasi dan cerita singkat tentang pengalamanku tinggal di salah satu kost/homestay di GKB. Aku akan mulai ceritakan dari proses survei dari internet, survei TKP, feels saat kontak dengan pemilik/pengurus kos, dan masih banyak lagi. Jadi, mari kita langsung baca ceritanya saja ya..😁 Cerita dan review kost ini akan ditulis dengan jujur dan apa adanya. Mohon maaf sebelumnya, bila ada salah kata dan tulisan. :) Karena, kami, tim penulis, hanya inign berikan nilai dan review sejujur2nya. ( Honest Reviews category) .

Teruntuk Seluruh Wanita

 Teruntuk seluruh wanita  segala usia... Sadarkah kamu adalah ciptaan paling indah dan luar biasa? Hingga para pria pun kagum dengan paras elok wanita dan sangat membutuhkan wanita untuk mendampingi dan berjalan bersama didalam hidup yg fana ini. Sadarkah kalau para wanita itu memiliki otak dan sistem kerjanya yg luar biasa? A woman can attract a man with the beauty of her brain and aura.   Ada pepatah “Hidup Sekali Harus Berarti” maka jadikan hidupmu berguna bagi kamu dan sesama.  Bisakah kamu terus introspeksi dan level-up diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik untuk dirimu dan sesama? Bisakah senantiasa mengontrol emosi, perasaan, pikiran, tutur kata, dan perilaku di setiap detik terhadap diri sendiri dan sesama? Untuk apa sih, insecure dan membagian rasa insecure kamu dengan orang lain juga? Untuk apa sih, menebar energi negative? Untuk apa sih, ikut-ikutan? Untuk apa sih, mau terdoktrin dan ikut terjurumus dalam stigma negatif? Untuk apa sih, parn...